HMJ AKUNTANSI PERIODE 2017/2018

HMJ AKUNTANSI PERIODE 2017/2018

Rabu, 11 Juni 2014

Menjadi Pemimpin Muda dengan Servant Leadership

  
Sahabat, mari kita membahas sedikit mengenai kepemimpinan. Sadarkah kita sebagai kaula muda, kita sedang diperhadapkan akan krisis kepemimpinan yang dialami oleh Bangsa kita. Selama ini, khususnya bagi kaum Mahasiswa yang terlibat dalam organisasi ataupun yang tidak, menganggap bahwa kepemimpinan itu dinilai ketika seseorang telah memegang suatu jabatan tertinggi atau jabatan yang besar dalam lingkungannya. Melalui posisi itu, orang akan menjadi takut dan segan terhadapnya.

    Jika anggapan ini sampai sekarang Sahabat Akuntansi masih mempercayainya, Anda salah besar. Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa Pemimpin itu adalah seorang yang dapat memimpin, menuntun, menunjukkan jalan, mengepalai, mendidik dan mengajari. Dari pengertian ini, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah. Seorang pemimpin harus mampu mengorganisir waktunya dengan baik melalui pengorbanan yang ia lakukan baik itu tenaga, dana, waktu dan pikiran serta tuntutan akan loyalitas akan sebuah eksistensi dalam menjalankan tugasnya. 

   Nah, dari penjelasan tersebut, jelas bahwa kepemimpinan bukanlah bicara soal kepuasan terhadap posisi dan jabatan tertentu, melainkan bicara soal tanggung jawab yang membutuhkan kesungguhan terhadap sesuatu.

     Sahabat, ada banyak pemimpin yang terlahir di dunia ini baik itu pemimpin religius dan pemimpin sekuralis. Meskipun secara harafiah jenis kepemimpinan ini berbeda, tapi secara tujuan kedua jenis pemimpin ini harus mampu memberikan pengaruh besar bagi orang yang dipimpinnya maupun bagi lingkungan sekitarnya, karena kepemimpinan adalah memberi pengaruh dan contoh kepada pengikutnya dalam mencapai tujuan organisasi. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan John Maxwell kepemimpinan menurutnya adalah memberi pengaruh. Dengan demikian kepemimpinan itu adalah bagaimana memberi pengaruh serta contoh bagi orang lain. 

    Lalu, apa itu Servant Leadership? Servant Leadership adalah jenis kepemimpinan yang melayani menurut ajaran Agama Kristen. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan tindakan melayani dalam memimpin. Dan kepemimpinan jenis ini digambarkan melalui sosok Yesus Kristus dalam alkitab. Tokoh sejati yang menjadi teladan bagi umat Kristiani. 

    5 Kriteria jenis kepemimpinan Servant Leadership ini dijabarkan sebagai berikut:

1. Berkharisma
    Berkharisma adalah suatu sifat tertentu dari seseorang yang membedakan ia dari orang lain  dan biasanya dipandang sebagai kemampuan khusus atau anugerah. Sangat jarang manusia biasa memiliki jenis sifat seperti ini. 
2. Visi yang Tajam
    Seorang pemimpin harus memiliki Visi yang jelas dan kuat untuk kepentingan orang banyak.
3. Daya Persuasi yang Kuat
  Seorang pemimpin harus mampu mempersuasi orang disekitarnya agar mampu untuk bersama-sama menjalankan setiap tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.

4. Intensitas
    Seorang pemimpin harus memiliki intensitas pertemuan yang cukup tinggi dengan anggotanya. Sehingga hubungan baik dalam organisasi tersebut dapat tercapai.

5. Memberi Pengaruh Positif
    Seorang tokoh bernama Ken Blanchard pernah menulis demikian, “Leadership is process of influence. Anytime you seek to influence the thinking, behavior, or development of people toward accomplishing a goal in their personal or professional lives, you are taking on the role of a leader”. Artinya kurang lebih seperti ini. Kepemimpinan adalah sebuah proses mempengaruhi. Setiap kali seseorang berusaha mempengaruhi cara berpikir, perilaku atau perkembangan orang lain untuk mencapai tujuan hidupnya, seseorang itu sedang menjalankan perannya sebagai pemimpin. 

       Nah Sahabat, mari dari sekarang kita berusaha untuk mempraktekan jenis kepemimpinan melayani ini. Minimal untuk diri kita sendiri dulu. Karena Melayani adalah simbol kepemimpinan yang mulia karena melibatkan  hati sebagai hamba. 

          Hati akan menentukan apa yang terlihat keluar, sebelum kelak menjadi pemimpin besar yang tidak hadir karena alasan kekuasaan melainkan hadir dengan fungsi di dalam dirinya yang mengarah pada tindakan untuk menghormati, melayani dan membuat sesuatu terjadi di dalam diri orang lain. Tipikal pemimpin seperti inilah yang menjadi ideal kita bersama dan tentu saja harus kita perjuangkan.

Salam Admin HJR 
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar